IT it`s not just about programming!!!!

Ketika ditanya soal jurusan yang mempelajari bidang komputer, mungkin kebanyakan orang hanya menjawab Teknik Informatika saja. Dan yang ada di pikiran mereka tentang jurusan yang mempelajari perkomputeran adalah penuh dengan pemrograman yang rumit. Lewat tulisan ini, saya ingin merubah paradigma tersebut.

Sebenarnya jurusan-jurusan yang mempelajari perkomputeran tidak hanya itu saja, terdapat 5 disiplin ilmu yaitu CE, IS, CS, IT, dan SE. Penjelasannya ada dalam dokumen ‘Computing Curricula 2005′ yang dirilis pada 30 September 2005. Dokumen tersebut merupakan hasil kerja antara The Association of Computing Machinery, The Association of Information Systems dan The Computer Society, yang menyusun kurikulum perkomputeran dan diadopsi oleh banyak institusi di dunia.


Deskripsi

1. Computer Engineering (CE) (Sistem Komputer atau Teknik Komputer)

mendisain dan merancang konstruksi komputer dan sistem berbasis komputer yang baik. Ilmu yang terlibat adalah tentang hardware, software, komunikasi dan tentu saja memahami proses interaksi antar bagian tersebut.

2. Computer Science (CS) (jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer)

Memiliki kajian yang cukup luas dimulai dari

penguasaan teori (konsep) dan pengembangan software.

desain dan implementasi perangkat lunak (Software).

memberi solusi optimalisasi penggunaan komputer dalam aspek kehidupan masyarakat.

memberikan solusi yang efektif terhadap berbagai permasalahan komputasi

3. Information System (IS) (Sistem Informasi atau Manajemen Informatika)

Mengkaji tentang

menganalisa kebutuhan (requirement) dan proses bisnis (business process),

mendesain sistem berdasarkan tujuan dari organisasi

membangun dan mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada, sehingga suatu institusi bisnis akan dapat mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien

4. Information Technology (IT)

Memiliki kajian tentang

merencanakan, mengimplementasikan, mengkonfigurasi dan memaintain infrastruktur teknologi informasi dalam organisasi, apakah sudah tepat keberadaannya, berfungsi sesuai harapan, mudah dalam pengaturan operasional, serta aman.

selain itu juga mempelajari aspek non-teknis semisal memahami kebutuhan dari pengguna akhir, menterjemahkan kebutuhan manajemen,

5. Software Engineering (SE)

mengelola aktifitas pengembangan software berskala besar dalam tiap tahapannya (software development life cycle).

bagaimana merancang-bangun dan memelihara sebuah sistem software yang reliabel, efisien, efektif serta mudah dikembangkan dan dapat memenuhi kebutuhan dari kustomer atau pengguna.

Namun tidak semua jurusan tersebut terdapat dalam kurikulum di Indonesia, di Indonesia hanya terdapat 3 jurusan, yaitu :

1. Computer Science untuk jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer

2. Computer Engineering untuk Sistem Komputer atau Teknik Komputer

3. Information System untuk Sistem Informasi atau Manajemen Informatika

Sedangkan Software Engineering dan Information Technology, dianggap bukan merupakan program studi (jurusan) karena masih bisa masuk salah satu bagian dari Teknik Informatika.

Dari deskripsi di atas, diketahui bahwa jurusan yang mempelajari perkomputeran tidak hanya mempelajari teknik yang bersifat teoritis yang berhubungan dengan hardware dan software system dan programming yang rumit. Namun juga mempelajari tentang Isu Organisasi dan Sistem Informasi, dan Teknologi Aplikasi IT.

Setiap jurusan mempunyai perbedaan, tergantung pada pembobotan matakuliah pada jurusan tersebut, secara singkat disimpulkan

· Ilmu Komputer menitikberatkan pada teori, kajian-kajian komputasi numeris, pengembangan dan analisis algoritma komputer.

· Teknik Informatika lebih menekankan pada bidang rekayasa (terapan/aplikasi) komputer dalam Pengembangan dan Rekayasa Perangkat Lunak.

· Sistem Informasi menekankan pada aplikasi pemanfaatan IT (hardware dan software) dalam menjawab tatangan bisnis sehingga organisasi dapat mencapai tujuannya.

Prospek Career…

Soal prospek karir, tentunya masing-masing mempunyai bidang tersendiri sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Prospek Kerja Tingkat Spesialis

Teknik Informatika

Sistem Informasi

Software Developer:

Databases Developer

Multimedia Developer

User Interface Developer

IT System Analyst

IT System Developer

Databases Developer

User Interface Developer

Solutions Developer

IT Security Developer

Network Developer

E-Marketing Developer

E-Logistic Developer

Business System Developer

K-Management System Developer

Coordinator:

IT Configuration Coordinator

IT Test Coordinator

Technical Writer

IT Project Coordinator

IT Quality Management

Adminstrator:

Network Administrator

Databases Administrator

Web Administrator

IT System Administrator

Business System Administrator

Adviser:

IT Trainer, IT Supporter

IT Product Coordinator, IT Key Accounter

Tingkat Operational Professionals

IT- Engineer

IT-Consultant

IT-System Engineer

IT-Manager

IT-Consultant

IT-Commercial Manager

Tingkat Strategic Professionals

IT-System Engineer

IT-Business Engineer/Manager

Dari tabel diatas dapat dilihat kalau IT berperan sebagai IT engineer sedangkan IS sebagai IT manager. Namun janganlah memandang sebuah jurusan lebih baik daripada jurusan yang lain, dilihat dari lulusan dan karirnya. Semua jurusan tentunya mempunyai nilai lebih dan peran tersendiri dalam dunia kerja. Tergantung pada diri kita sendiri dalam mengembangkan kemampuan dan potensi yang ada.

Definisi Open Source

Source = perintah – perintah pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi software.

Open Source= software yang terbuka, artinya software yang membuka/ membebaskan source codenya untuk dilihat orang lain, tidak hanya developer saja sehingga orang lain dapat :

mengetahui cara kerja software tersebut

memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut.

bebas menggunakan, mengembangkan, menyebarluaskan atau menggandakan aplikasi tersebut tanpa harus membayar izin atau lisensi kepada pembuat aplikasinya

Penting diketahui

q Linux merupakan salah satu software open source, tetapi Open source ¹ Linux

Sebenarnya banyak program aplikasi yang bersifat Open Source yang mungkin secara tidak sadar telah banyak digunakan selama ini seperti Mozilla firefox, Thunderbird, Apache, PHP, Java dan lainnya.

q Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software.

Bedanya open source dan free software ialah open source dapat berupa software yang berlisensi atau bebas sama sekali dengan tetap menyertakan kode sumbernya sedangkan free software berupa software bebas. Biaya distribusi baik untuk open source ataupun free software dapat dikenakan ataupun tidak. Contoh free software adalah Linux. Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source).

Cara kerja Open Source

q Mula-mula Open source software diambil dari internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan. Biasanya, dengan pilih opsi “view source” atau “page source”, maka akan tampil source-source dari aplikasi tersebut. Hasil perbaikan dari open source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang memungkinkan orang lain menggunakan dan memperbaikinya. Dan begitulah seterusnya.

Manfaat Open Source

q Melahirkan banyak developer-developer handal dari berbagai penjuru dunia.

q Dapat membuat dan mengembangkan free software dan mempublikasikannya dengan bebas melalui internet.

q Sebagai platform alternatif yang bisa kita gunakan dalam komputer kita.

q Dapat mengatasi masalah keamanan, misal perintah pemrograman yang jahat dari aplikasi software yang berlisensi/ propietary software

q Penerapannya di Indonesia dapat menghilangkan pemakaian software komersial secara ilegal (pembajakan)

q dan memungkinkan bangsa Indonesia dikenal karya ciptanya dengan ikut mengembangkan open source software.

q Dalam dunia bisnis dapat menghemat keuangan perusahaan dalam penggunaan software.

q Menjadi lebih berhati-hati dalam penggunaan berbagai aplikasi

q Dapat dilakukan audit terhadap codenya

Sistem Operasi Open Source

Salah satu Open Source yang sangat terkenal yaitu Sistem Operasi Linux, setiap distribusinya vendor selalu menyertakan source code Linux. Keuntungan yang ditawarkan sebuah sistem operasi Linux antara lain

q sistem operasi tersebut legal untuk digunakan, open source, bebas diinstalasikan di semua komputer.

q Tidak perlu membayar untuk sistem operasi ini (mungkin cukup dengan membayar biaya produksi CD / DVD- nya yang setara 5 – 10 ribu per kepingnya), sedangkan di microsoft harus membayar mahal.

q Kebutuhan hardware lebih rendah, Linux tidak perlu komputer terbaru.

q Sekuriti: Aplikasi antivirus dan anti-spyware tidak perlu di Linux, sedangkan di Vista tidak aman tanpa dua aplikasi penangkal tersebut.

q Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward-compatibilty). Perangkat keras (hardware) yang telah berusia lama, masih sangat berguna dan dapat dijalankan dengan baik di atas Linux.

q Asalkan Linux, yakin ASLInya. Kendati Vista yang terpasang Asli, namun bila server “Windows Genuine Advantage” untuk verifikasi nomor seri tidak dapat diakses, bisa jadi kinerja Vista diturunkan.

q Jumlah aplikasi bebas untuk Linux kian hari meningkat

q Linux relatif stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti.

q Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat alternatifnya di Linux.

Pemberdayaan Open Source

q POSS Network

merupakan jaringan POSS perguruan tinggi di Indonesia, yang bertujuan untuk mempercepat pendayagunaan OSS di masyarakat melalui berbagai kegiatan, antara lain:
1. Pemasyarakatan OSS,


2. Pelatihan OSS, dan

3. Dukungan penggunaan OSS

Jaringan perguruan tinggi:

1. Universitas Udayana

2. Universitas Airlangga

3. Institut Teknologi Sepuluh November

4. Universitas Gajah Mada

5. Institut Teknologi Bandung (fasilitator POSS Network)

6. Universitas Pendidikan Indonesia

7. President University

8. Institut Pertanian Bogor

9. Universitas Indonesia

10. Politeknik Manufaktur Astra

11. Universitas Al-Azhar

12. Politeknik Batam

13. Politeknik Del

14. Univ Syiah Kuala

q Di ITB

Produk-produk open source yang telah digunakan di ITB saat ini terutama adalah produkproduk berbasis *NIX (Unix,Linux dan sejenisnya) baik sistem operasinya maupun aplikasi-aplikasi yang berjalan diatasnya. Mulai tahun 1994-1995, server-server di ITB mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya Sebagian besar komputer server di ITB menggunakan sistem operasi FreeBSD. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server. Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain

q Di ITS

Copyright or Copyleft

Dua aliran itulah yang melatarbelakangi POSS ITS.

aliran  copyright berusaha mengunggulkan produk-produknya.

Sebaliknya, aliran  copyleft  terkesan tidak ada yang mempromosikannya.

Padahal produk-produk aliran copyleft alias OSS yang tidak kalah kualitasnya. Selain itu OSS berfungsi sebagai sarana mencegah pembajakan. Maka upaya pemasyarakatan produk-produk OSS perlu digiatkan.

ITS mendirikan pusat kegiatan yang berhubungan dengan OSS di kota Surabaya khususnya bagi komunitas Open Source di ITS bersama dengan IGOS (Indonesia Go Open Source) yang bertujuan meningkatkan akselerasi pendayagunaan Open Source Software (OSS) dan memperkuat upaya infrastruktur Teknologi Informasi.

q Di UGM

Fokus kegiatan dan layanan POSS Network UGM ditujukan untuk memberikan layanan terbaik dalam hal penelitian dan pengembangan aplikasi dan interopabilitas hardware, pusat data (repositori) konten ICT, pelatihan SDM, inkubator bisnis, layanan informasi dan konsultasi.

Pendapat saya…

Saya sangat setuju bila di Indonesia dikembangkan Open Source, karena dengan mengembangkan aplikasi software sendiri dan dapat diterima oleh pasar dalam negeri, negara dapat menghemat devisa dan mengurangi ketergantungan impor teknologi atau SDM, dan membuka kesempatan industri pengembang software lokal. Jikahalitu terwujud kita tidak perlu membeli software yang mahal dan dominasi microsoft yang kapitalis dapat dihindari.


Enjoy dengan Praktikum PTI

Sebelum Praktikum …

Pas awal masuk Pak Kajurku bilang kalo ga ada praktikum buat jurusan SI di semester satu. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi koq aneh ya??? Masa 4 SKS Cuma kuliah doang, wahhh bisa-bisa seminggu 4 kali pertemuan tuh.

Saat itu aku masih disibukkan sama pengkaderan, kumpul2 angkatan hamper tiap hari. Di sela2 kumpul tuh… tiba-tiba ada pengumuman inisiasi praktikum. Hah… Praktikum???? Sontak aku kaget, katanya ga ada praktikum??? Di inisiasi praktikum tu dijelasin tata tertib praktikum, Tugas Pendahuluan, Posttest, Laporan, bahkan sampe FP!!! Duhh… banyak banget yahhhh beda baget pas aku SMA dulu!!!! Wah…wah…wah….

Praktikum pertamaku…..

Aku tau informasi musti gimana sebelum praktikum tuh dari temen-temen, yahh… awalnya sih asal ngikut… aja!!!! Awalnya disuruh log in di elearning dulu, ohhh… ternyata di situlah kita bisa liat jadwal praktikum, TP, FP, Blog, bahkan sharing-sharing tentang masalah praktikum PTI sama temen-temen ato para asprak. Jadi segala aktivitas praktikum kita ke depan tuh ya di e-learning…

TP pertama diumumin di papan pengumuman, waktu itu masih belum ada di elearning. Dan bagusnya, aku tau soal TPnya, jadwal praktikum, shift berapa, aslabnya sapa tuh di H-1 praktikum…. He…he…he…. Begini nih ceritanya mahasiswa SI yang ga up to date ma informasi…(jangan ditiru yahh…). Tapi ambil sisi positifnya ja, aku bisa belajar bikin TP sehari jadi (yeee itu sih bukan sisi positif).

The day….

Akhirnya, hari H praktikum tiba, untungnya aku dapet hari kamis… Jadi jum`atnya aku bisa pulang.. maklum, masih suka kangen sama ortu. Jadi kasian ma temen2ku yang laen yang praktikumnya hari sabtu, pada mewek smw gt, gara2 ga bisa pulang… hwahahaha. Praktikum pertama, masih ada beberapa kekurangan disana sini, misalnya praktikan yang rame, ketersediaan microphone, pengaturan waktu, dsb yahh… namanya juga kali pertama. Yahhh… beberapa praktikan suka ga ngedengerin penjelasan tutor, ngomong sendiri, maen hpe, dsb (termasuk aku…)… Tapi menurutku udah cukup baguslah…

Praktikum pertamaku sih cukup sukses, belajar dari pengalaman kemaren, aku lebih giat mencari informasi. Sebelum praktikum, aku tanya-tanya dulu ma tmen-temen yang udah praktikum sebelumnya, tentang jalannya praktikum.

Sehabis praktikum…

Ouwwhh… sehabis praktikum, ga bakalan bisa lepas dari tugas!!!! Ada tugas lagi yang musti dibawa pulang, yaitu bikin laporan. Tapi tuh bukan sekedar dibawa pulang dan didiemin aja, tapi juga dikerjain.

Salah lagi…salah lagi…!!!!

Emang dasar aku yang bego ato gimana, pas praktikum pertama, walah aku salah bikin laporan, ni gara2 aku salah menangkap informasi…. Aku kira isi laporannya menceritakan pa yang dijelaskan sama tutor dan dikasih evaluasi jalannya praktikum… ehh… ternyata itu laporan buat kelompok tutor, bukan buat praktikan. Klo praktikan tu bikin laporan posttest… Uuuuhh… gimana sih udah tanya sana sini masih salah aja…!!! Untungnya sih yang salah bukan Cuma aku doank,tapi banyak juga yang lainnya… Ya udahlah mo gimana lagi, udah aku kirim ke emailnya mbak amel, dan dengan sangat berbaik hati mbak amel mau maafin kesalahan aku….

Nah itu tuh… seikilas cerita praktikum pertamaku…. Aku ceritain yang ini aja yah… Baru praktikum pertama aja menghabiskan berjuta kata, ampe mulutku berbusa-busa nih ceritanya (halah lebai), palagi kalo diceritain semuanya bisa 7 hari 7 malem kalian ga tidur ngedengerin ceritaku.

The next day….

Praktikum selanjutnya, bisa dibilang ada banyak progress nih… Misalnya aku jadi tau apa dan gimana tuh dreamweaver, flash, jadi sering browsing2 di Internet. Pokoknya banyak baget ilmu yang kita dapet dari praktikum PTI, ditambah lagi asprak2nya yang selalu setia mengatasi keluhan-keluhan adek-adeknya ini……

Thx buat para asprak….

Google Chrome

Google Inc kini merilis sebuah web browser baru yang didesain cantik dan lebih cepat menangani video dan program web lainnya. Web browser ini diberi nama Google Chrome. Google chrome adalah sebuah web browser yang open source dan gratis, yang dikembangkan oleh google. Asal usul nama Google Crhome diambil dari graphical user interface frame dari sebuah web browsers, atau yang biasa disebut dengan chrome.

Sejarah

Dirilisnya google chrome mula-mulanya dijadwalkan pada 3 September 2008. Namun, Scout Mc Cloud membuat sebuah komik dan kemudian dikirim kepada jurnalis dan bloggers. Di dalam komik itu memuat penjelasan tentang fitur dan keunggulan dari browser baru ini. Salinan dari 38 halaman komik itu beredar pertama kali di Eropa dan blogger dari Jerman yang bernama Philipp Lenssen dari Google Blogscoped membuat salinan dari komik tersebut, dan tersedia pada websitenya setelah ia terima pada 1 September 2008. Google telah menyediakan komiknya pada Google Books dan situs mereka http://www.google.com/chrome, dan disebutkan pula pada blog officialnya disertai dengan penjelasan tentang awal proses peluncurannya.

Google Chrome dirilis dengan berbagai alasan dan pertimbangan, nih beberapa yang aku tau :

· Kebutuhan aplikasi web pengguna yang semakin berkembang

Sekarang ini sebagian besar dari penggunaan web tidak hanya sebuah halaman web, tetapi adalah aplikasi. Banyak orang menggunakan web untuk menonton dan mengupload video, berkomunikasi dengan orang lain, bermain game, dsb.

· Browser Crash

Maksudnya browsers harus lebih stabil, ketika pengguna menulis email atau mengedit sebuah dokumen, terjadinya browser crash adalah sebuah masalah besar.

· Kecepatan

Browsers juga harus lebih cepat, harus mulai secara cepat, load halaman web juga dengan cepat, dan terutama untuk web apps java script dapat lebih cepat.

· Keamanan

Browsers juga harus lebih aman, terutama dalam mengatasi serangan malware.

· User Interface

Browser juga harus menggunakan sebuah user interface yang bersih, simple, dan efficient.

Jadi diluncurkannya google chrome, berdasarkan kebutuhan aplikasi web yang diinginkan pengguna sekarang ini.

Beta Release

Versi Beta untuk Microsoft Windows (XP dan sesudahnya) dirilis pada 2 September 2008 dalam 43 bahasa, Mac OSX dan Linux versi masih dalam pengembangan.

Pada 2 September, CNET mengumumkan terms of service untuk penerbitan awal beta., yang terlihat bahwa google telah memenuhi izin untuk semua konten yang ditransfer melalui Chrome Browsers. Penerbitan yang pertama dari Google Chrome telah melalui test Acid 1 dan Acid 2. Sementara tidak melewati test Acid 3, Skor yang diperoleh Google Chrome melalui test adalah 78 dari 100. Ini lebih itnggi dari Internet Explorer 7 (14) dan Firefox (71), tetapi lebih rendah daripada Opera (84).

Kelebihan Google Chrome

1. New Tab Page

Setiap kali membuka tab baru, akan muncul contoh visual situs yang paling sering dibuka, search engine yang paling sering digunakan, tab yang ditutup, dan halaman yang baru saja di bookmark. Chrome juga menampilkan informasi tentang web yang sering dikunjungi. Halaman muka Chrome menampilkan thumbnail situs-situs yang sering disinggahi.

2. One Box for everything

Dalam satu kotak browser chrome, kita dapat menemukan web search, web history, address bar, suggestion. Seperti sebuah kotak yang lengkap untuk semua kebutuhan browsing kita.

3. Halaman pencarian yang praktis

Jika kita mengetikkan sesuatu yang bukan merupakan alamat web pada address bar, maka Chrome akan menyambungkannya ke halaman pencarian Google. Cukup praktis, sehingga tidak perlu ada dua form untuk address bar dan pencarian seperti pada Firefox dan Opera.

4. Kecepatan

Google Chrome lebih cepat dibandingkan dengan dengan browser lainnya. Terutama untuk membuka situs-situs milik google yang kaya akan Javascript

5. Bisa tampil dalam 43 bahasa

Google Chrome juga tampil dalam bahasa Indonesia, dimana sekarang ini masih sangat langka softwareweb browser yang berbasis bahasa Indonesia, dan tentunya akan membantu bagi netters yang kurang paham dengan bahasa inggris saat menggunakannya.

6. Application shortcuts

Menggunakan aplikasi web tanpa membuka browsers. Shortcut aplikasi dapat langsung digunakan untuk membuka aplikasi online favorit pengguna.

7. Dynamic tabs

Tabs bisa didrag keluar dari browser untuk membuat window baru. Kita dapat mengatur tab dengan mudah.

8. Crash control

Setiap tab yang digunakan dijalankan secara terpisah di browser, sehingga jika salah satu aplikasi rusak, maka apliksai yang lainnya tidak akan terpengaruh.

9. Incognito mode

Mode penyamaran. Jika kita tidak ingin halaman yang dikunjungi ditampilkan di History, pilih Incognito agar browsing secara privat.

10. Safe browsing

Chrome akan memberi peringatan jika kita membuka situs web pishing, malware, atau yang dianggap tidak aman.

11. Simpler download

Tidak ada window download manager yang ribet. Status download akan ditampilkan di bagian bawah jendela aktif.

Pengalaman menggunakan

Waktu pertama kali menggunakan google chrome yang jelas bingungg??? “Loh koq nggak ada title barnya???”. Yang ada cuma tab dan address bar, tombol minimize, maximize, dan close yang mirip dengan Windows Vista. Chrome tidak memiliki menu bar. Trus, agak mirip sama Opera, soalnya Google Chrome juga menampilkan alamat web yang paling sering dikunjungi.

Tapi kalau dipikir-pikir, tampilan chrome yang minimalis itu juga ada baiknya sih, yaitu tampilan halaman webnya jadi lebih luas. Namun bagi yang tidak terbiasa, mungkin akan sedikit kebingungan menggunakannya, seperti saya. Sayangnya, dengan tampilan seperti itu, chrome jadi terkesan minim fitur.

Kalo soal kecepatan, google chrome memang lebih cepat dari browser lainnya, seperti firefox, IE, dan Opera. Terutama untuk membuka situs-situs google Javascript jadi lebih mudah. Ditambah lagi dengan adanya invisible modenya ituuu, chrome makin tambah hebat!!!!

Tapi jangan dikesampingkan masalah kekurangannya. Sejauh ini sih Drag and Drop mousenya kurang bagus, ketika scroll ke atas nggak bisa. Selain itu, di chrome kita nggak bisa buka url local.

Di task managernya, setiap kita membuka tab, maka itu akan menjadi satu aplikasi, menggunakan sistem multi processing sehingga bila satu tab bermasalah, tidak akan mempengaruhi tab lainnya. Namun, dengan begitu membutuhkan banyak memori, dan jadinya terkesan seperti kita membuka banyak browser.

Pendapat mengenai google chrome dibandingkan browser lainnya.

Dari berbagai penjelasan tadi mengenai google chrome, terlihat bahwa google chrome memang mempunyai berbagai kelebihan, seperti kecepatan, tampilan tab barunya, incognito mode, dsb. Secara umum Chrome memang lebih unggul dari browser lainnya. Namun sebagai penggemar Firefox, saya masih belum bisa berpindah ke Google Chrome. Apalagi dengan adanya masalah seperti dragging mouse, yang jelas lebih mudah dikerjakan dengan firefox. Ditambah lagi chrome juga menghabiskan lebih banyak memori, ketika kita membuka banyak halaman web.

Tetapi,saya yakin kalau chrome nantinya akan mampu merajai web browser. Maklum saja, ini kan masih versi beta. Kita tunggu saja full version relesenya Google Chrome apalagi kalau ada versi portablenya, mungkin bisa membuat saya berubah pikiran untuk berpindah ke google chrome!!!!!

Teknologi Web

Sebelum membahas perkembangan teknologi web, perlu diluruskan terlebih dahulu mengenai pengertian dari istilah web 1.0/ 2.0/ 3.0. Banyak orang yang berpikir kalau teknologi web ,1.0 2.0, 3.0 itu adalah sebuah teknologi baru dalam dunia web. Salah jika mengartikan seperti itu, istilah web 2.0 / 3.0 adalah sebuah istilah untuk konsep, metode atau cara bekerja dari manusia pada informasi di internet dalam memberdayakan web, dan bukanlah sebuah teknologi bernama 2.0 atau 3.0.

Perkembangan web meliputi tiga generasi, yaitu :

Web 1.0

Merupakan era pertama web dikembangkan. Pada zaman web 1.0 :

· memiliki konsep consult, surf, dan search, user hanya bisa mencari (searching) dan melihat-lihat (browsing) data informasi yang ada di web.

· User tidak melakukan proses input data ke website.

· Menampilkan beberapa teks dan gambar-gambar yang sifatnya statis.

Gambar di atas yang diterbitkan oleh Chris Wolz (2008), menggambarkan web 1.0 yang memiliki hubungan yang searah, statis, dan saling berdiri sendiri antara pemilik/penerbit situs dengan pembacanya dengan fokus adalah “saya” sebagai pemilik situs dan situs itu sendiri.

Web 2.0

Gambar di bawah ini menunjukkan bahwa dalam aplikasi Web 2.0, terdapat hubungan yang saling berjejaring antara pemilik maupun pembaca, bahkan “Anda” sebagai pembaca adalah fokus.

Web 2.0, dicetuskan pertama kali oleh O’Reilly Media pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama di tahun 2004. Web 2.0 disebut sebagai generasi kedua layanan berbasis web -seperti situs jaringan sosial, wiki, perangkat komunikasi, dan folksonomi- yang menekankan pada kolaborasi online dan berbagi antar pengguna.

Terdapat banyak definisi dari teknologi web 2.0, antara lain :

· Ouriel mendefinisikan Web2.0 yaitu “Web2.0= Web1.0 + Web1.0,”. Jika Web1.0 adalah mengenai diri kita sendiri, maka Web2.0 adalah mengenai saling interaksi antara diri kita sendiri dan orang lain.

· Majalah Information Week memberi definisi bahwa Web 2.0 is all the Web sites out there that get their value from the actions of users. Aksi user seperti apa, berikut contohnya :
– Wikipedia, ensiklopedia yang ditulis dan diedit oleh users.

Flickr, situs di mana user bisa mengirim dan membagi gambar.

· Steve Rubel menyebutkan bahwa banyak media tradisional yang telah memenuhi syarat Web2.0, seperti melalui komentar dan trackbacks di blog. Bahkan ia mengatakan kalau Web2.0 sudah diterapkan oleh banyak website teknologi yang menyediakan forum selama bertahun-tahun lalu.

· Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang dimiliki dalam membangun web, yakni gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML, dan AJAX.

Karakteristik :

1. Share, collaborate dan exploit.

Yakni penggunaan web 2.0 untuk berbagi, pertemanan, kolaborasi menjadi sesuatu yang penting, seperti maraknya pengguna blog, Friendster, Myspace, Youtube dan Fickr.

2. Keterlibatan user (user generated content).

Web telah berubah menjadi dunia interaktif yang melibatkan partisipasi aktif dari pengunjung website tersebut. Contoh: pengunjung bisa ikut memasukkan konten, bermain game, memberi komentar dan sebagainya.

3. User tidak perlu mengerti programming

Untuk memberi comment, bermain game, dsb user tidak perlu ngerti programming atau web desain. Dalam kata lain, jika Web1.0 adalah dunianya web programmer dan web designer, maka Web2.0 adalah dunianya user.

4. Adanya dukungan bahasa pemrograman yang sederhana

Web 2.0 mendukung pada pemrograman yang sederhana dan web service atau RSS. Juga menyatukan teknologi yang dimiliki seperti, Rich Internet Application (RIA), XHTML dan HTML, Microformats, Folksonomy, Cascading Style Sheets (CSS), REST/ API berbasis XML/ JSON.

5. Web sebagai platform

Web 2.0 menggunakan Web (atau Internet) sebagai platformnya. Hal ini berarti aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan langsung di atas Internet dan bukan di atas satu sistem operasi tertentu. Contohnya adalah Google yang Flickr yang juga bisa diakses dari sistem operasi mana pun.

6. Harnessing Collective Intelligence

Web 2.0 memanfaatkan kepandaian dari banyak orang secara kolektif. Hasilnya muncullah basis pengetahuan yang sangat besar hasil gabungan dari pengetahuan banyak orang. Contoh yang jelas adalah Wikipedia, del.icio.us, dsb.

7. Data is the Next Intel Inside

Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basis data yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google, Amazon, dsb.

8. End of the Software Release Cycle

Web 2.0 selalu di-update terus-menerus karena sifatnya yang bukan lagi produk melainkan layanan.

9. Software Above the Level of a Single Device

Aplikasi Web 2.0 bisa berjalan terintegrasi melalui berbagai device. Contohnya adalah iTunes dari Apple yang berjalan secara terintegrasi mulai dari server Internet (dalam bentuk toko musik online), ke komputer pengguna (dalam bentuk program iTunes), sampai ke mobile device (dalam bentuk iPod).

10. Rich User Experiences

Aplikasi Web 2.0 memiliki user interface yang kaya meskipun berjalan di dalam browser. Contohnya adalah Gmail, Google Maps

Web 3.0

Tahun 2006, John Markoff menyebutkan tentang konsep web masa depan yang merupakan perkembangan teknologi web selanjutnya yang melebihi web 2.0, itulah web 3.0. Konsep Web 3.0 adalah smart internet experience, atau bisa disebut intelligent internet experience.

Menurut Nova Spivack perkembangan web 3.0 akan berkisar pada tahun 2010 – 2030, syarat paling penting dari konsep web 3.0 adalah semantic web.

Web 3.0 merupakan sebuah proyek pengembangan semantic web, yaitu sebuah sistem web yang dapat melacak setiap kaitan dari kata-kata yang terangkai, berkaitan dengan arti setiap kata yang dipakai. Tujuannya agar web dapat menjadi media umum untuk bertukar informasi melalui dokumen-dokumen yang bahasanya dapat dimengerti oleh sistem, sehingga para pengunjung web dapat dengan mudah mencari data yang tepat atau minimal berkaitan dekat dengan apa yang kita maksud. Web 3.0 sendiri merupakan sebuah realisasi dari pengembangan sistem kecerdasan buatan (artificial intelegence) untuk menciptakan global meta data yang dapat dimengerti oleh sistem, sehingga sistem dapat mengartikan kembali data tersebut kepada pengunjung dengan baik.

Karakteristik :

1. Suggest, happen dan provide.

Suggest : web mengerti kebutuhan kita dengan bisa memberi saran atau nasehat kita.

Provide : web tetap mampu menyediakan informasi apa yang kita butuhkan.

Happen: web bersifat nyata, kita melakukan aktivitas di dunia maya seperti di dunia nyata.

2. Intellegent application

Komputer menggantikan peran manusia untuk “berpikir, analisa dan menentukan” informasi yang sedang dibutuhkan.

3. transformation dari tmpat penyimpanan yang bersifat terpisah pisah menjadi satu.

4. ubiquitous connectivity, memungkinkan info diakses di berbagai media.

5. network computing, software-as-a-service business models, Web services interoperability, distributed computing, grid computing and cloud computing;

6. 3D based techonogy

7. open technologies, sebagian besar semuanya berjalan dalam platform open source / free.

8. open identity, OpenID, seluruh info adalah bebas dan sebebas – bebasnya.

9. the intelligent web, Semantic Web technologies such as RDF, OWL, SWRL, SPARQL, GRDDL, semantic application platforms, and statement-based datastores;

10. distributed databases, database terdistribusi dalam WWD ( World Wide Database ).

.

Buatan Indonesia!!!!!

Model web 3.0 sudah bisa dirasakan salah satunya adalah pada situs secondlife.com . Dan yang juga cukup membanggakan kita adalah, Indonesia sudah mampu untuk masuk ke dunia Web 3.0 ini dengan hadirnya lilofriends.com . Situs yang sudah mendekati model Web 3.0 asli karya anak bangsa yang dikembangkan oleh dikembangkan oleh Li’L Online Games dengan engine dari Altermyth Studio.

Masalah yang muncul….

Sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet yang memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan karena teknologi ini secara visual berbasis 3D. Sedangkan seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di Indonesia ini masih terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan, mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis teknologi Web 3.0 masih harus menarik nafas penjang. Namun karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan, seiring dengan berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet kecepatan tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi masyarakat luas.